About puskom

2 komentar

  1. March 8th, 2013 3:17

    Kepada Bu Menkes,

    Saya pernah mengalami pengalaman serupa denga kasus Dera, hanya saja masalahnya lebih ringan dan saya yakin NICU manapun dapat mengatasi bayi2 saya karena masalahnya hanya BBLR dan RDS.

    Dari pengalaman saya yang membuat anak-anak saya ditolak di RS besar bahkan RSIA Harapan Kita sekalipun bukanlah permasalahan alat Bu Menkes TETAPI permasalah saya ketika itu adalah adanya pungutan UANG MUKA alias (Deposit Fee) yang harus dibayarkan dimuka.

    Ketika itu saya mencari RS untuk NICU, di RS Muhammadiyah Taman Puring saya diminta 15jt untuk kedua anak saya untuk bisa dirawat disana, dan parahnya di RSIA Harapan Kita bahkan saya diminta 25jt perkepala, jika saya tidak sanggup membayarkan Uang Muka tersebut pihak RS tidak mau menerima.

    Miris benar saya waktu itu, karena anak yang baru lahir-pun sudah harus menerima diskriminasi kapitalis dari RS, dan ini sudah bisnis namanya Bu.

    Mohon untuk dibuatkan peraturan atau kebijakan bagaimana caranya supaya RS ini tidak semena-mena terhadap rakyat kecil dan menjadikan kesehatan ini sebagai bisnis yang melewati batas. Karena saya yakin banyak rakyat kecil yang mampu membayar biaya RS hanya saja dalam kondisi dan keadaan darurat mungkin tidak mampu menyediakan Uang Muka tsb.

    Terima kasih, mohon jadi pertimbangan ibu Menkes.

    Reply

    • puskom
      March 10th, 2013 14:05

      terima kasih untuk masukannya, Mba Haziq.
      Kami mohon kesediaannya untuk bisa menyampaikan hal ini melalui alamat email kontak@depkes.go.id atau nomor telepon Halo Kemkes 500-567 (tarif lokal) agar dapat kami tindak lanjuti.

      best regards,
      admin

      Reply

Leave a Reply